Pemikiran Hukum: Konstruksi Epistemologis Berbasis Budaya Hukum Indonesia

 

Kritik diminan atas hukum yang berlaku di negeri ini mengalami apa yang di sebut sebagai kemiskinan ideologi ke-Indonesiaan yang secara substansif telah kehilangan “ruh”, yang seharusnya diemban oleh hukum itu sendiri. Hal ini disebabkan institusi yang memiliki otoritas untuk menciptakan hukum telah menafikan referensi yang bisa diperoleh melalui relasi dan dialog pemikiran hukum dan kebudayaan domestik pada umumnya. Ketika dihadapkan pada realitas otentik, kukum yang berlaku tidak fasih membaca fenomena-fenomena sosial yang merepresentasikan perkembangan mutakhir masyarakat Indonesia. Implikasi dari fenomena itu adalah banyaknya resistensi produk hukum dalam masyarakat. Dalam konteks demikian, perlunya penguatan dalam pemikiran ideologis substantif, karena tanpa itu hukum tidak memiliki basis sosial, tempat dimana hukum itu menjalankan fungsi dan perannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Berdasarkan internalisasi ideologis ke-Indonesiaan itulah hukum bisa melahirkan prototipe yang khas. Satu-satuya tradisi historis hukum Indonesia adalah hukum adat, dan kebanyakan tradisi hukum positif adalah a historis. Sejak Indonesia berdiri dalam rentang waktu sekitar tujuh dekade, pemikiran hukumnya makin  terspesialisasi  pada tradisi pemikiran hukum Barat. Hal itu terjadi disebabkan beberapa alasan. Pertama, karena perkembangan pemikiran hukum tidak dirancang dalam kerangka integratif, seperti konsep hukum nasional berkarakter ke-Indonesiaan; Kedua, karena pemikiran hukum di Indonesia, banyak dipengaruhi oleh tradisi pemikiran hukum Eropa Kontinental. Ketiga, hukum hanya dilihat sebagai sebuah struktur yang rasional dan logis, oleh karena, profesi hukum memang sangat memerlukan dukungan dan legitimasi seperti itu.


Khudzaifah Dimyati, lahir di Banyumas Jawa Tengah. S1, Program S1 diselesaikan di Universitas Islam Indonesia 1985, Program S2 dan S3 dari Universitas Diponegoro Semarang Tahun 1997 dan 2003. Sementara Jabatan Guru Besar di bidang Teori Hukum dikukuhkan pada tahun 2003. Di samping sebagai dosen tetap Universitas Muhammadiyah Surakarta juga menjadi dosen tidak tetap Program Pascasarjana di berbagai Perguruan Tinggi baik PTN maupun PTS, seperti Program Magister dan Doktor (S-3) Ilmu Hukum Universitas Sriwijayav(UNSRI) Palembang, Program Doktor (S3) Ilmu Hukum Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Jendral Soedirman (UNSOED) Purwokerto, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dan Universitas Janabadra Yogyakarta. Sementara pengalama di Perguruan Tinngi antara lain menjadi Anggota Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), Asesor Jurnal Nasional Terakreditasi DIKTI dan aktif sebagai ahli hukum di Dewan Ketahanan Nasional (WANTANAS). Pernah menduduki jabatan Wakil Ketua Bidang Kerjasama Asosiasi Sosiologi Hukum Indonesia (ASHI) Pusat. Buku yang telah diterbitkan sampai tahun 2012 telah berjumlah 11 buku, tiga buku terakhir yang terbit tahun 2008, 2009 dan 2010 atas biaya Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Depdiknas, melalui riset Hibah Kompetensi. Tahun 2010, mengikuti Workshop di Tokiwa Internasional Victimology Intitute Mito, Ibaraki, Japan. Pada tahun 2011 melakukan visiting Profesor di Minnesota University, Minneapolis USA. Tahun 2012, mengikuti Workshop di Tilburg University, Netherlands.

Cetakan Pertama: April 2014

Ukuran: 15,5 x 24 cm.; xx + 168 hlm.

Harga: Rp. 60.000,-

Genta Publishing


Der WhatsApp Chat ist offline

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Simple Order
Order cepat tanpa ribet langsung melalui form whatsapp.
Fast Respons
Kami siap melayani dan merespons order Anda dengan cepat.
Quality Products
Kami hanya menjual produk yang benar benar bermutu dan berkualitas.
Temukan kami di :

Pembayaran

Pengiriman

Jam Operasional

Senin - Sabtu ( 08.00 s/d 15.00 )
WhatsApp chat
Butuh Bantuan ?

Keranjang Belanja

×

Ups, Belum ada barang di keranjang belanja Anda.

Belanja Sekarang !

Form Bantuan Whatsapp!

×